kata- kata motivasi elias sinar
" hidup adalah perjuangan"
" amsla : 1: 7 takut akan Tuhan permulaan pengetahuan tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan"
"
" akan ada harapan bagi yang tidak bosan untuk berusaha dalam menjalani hidup yang singkat ini"
" biarkan orang di luar sana banyak orang yang mengejekmu tetapi tetaplah berjalan terus karena Tuhan akan senantiasa bersamamu. Amin
" dalam menjalani hidup ini pasti ada hal yang membuat kita kecewa, tetapi percayalah bahwa Tuhan akan selalu menopang anda dalam menghadapi semuanya.
"
Selasa, 03 Juli 2018
Dunia pertambangan
Eksplorasi
Penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menentukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat dilakukan analisis atau kajian kemungkinan dilakukannya penambangan
Tahapan kegiatan Eksplorasi
Eksplorasi adalah
suatu kegiatan bisnis dengan subjek penelitian. sebuah model tahapan eksplorasi
(SEM, Sequential Exploration Model) yang dapat digunakan sebagai batasan
kegiatan eksplorasi. SEM adalah urutan dari kegiatan eksplorasi dengan diakhiri
penentuan keputusan pada setiap akhir tahapannya, dimana setiaptahap akan
membawa ke makin berkurangnya resiko kegagalan eksplorasi dan makin
meningkatnya biaya eksplorasi
Urutan/tahapan Kegiatan Eksplorasi
Tahap 1 : Regional desk studies
Tahap 2 : Area selection
Tahap 3 : Target generation
Tahap 4 : Prospect generation
Tahap 5 : Sizing up the prospect
Tahap 6 : Evaluation
Tahap 7 : Feasibility study
Tahap
1. Regional desk studi
•
Meliputi studi literatur terhadap data & informasi
yang ada
à Laporan
terdahulu
à Peta-peta
à Data
geologi ; geofisika & geokimia regional
à Interpretasi
foto udara & citra satelit
à Teori-teori
distribusi logam & mineralisasi
Tahap 2.
Pemilihan Lokasi
•
Regional fieldwork
–
Kesampaian daerah
–
Tenaga buruh
–
Aktifitas perusahaan eksplorasi lain
–
Kondisi kesehatan lingkungan
–
Kondisi metalogenik/mineralisasi
•
Pilot studi
–
Survei geokimia
–
Survei geofisika
•
Rekomendasi untuk melakukan eskplorasi
Tahap 3.
Penentuan daerah target
n Pemetaan
geologi detail + pit & trench
n Peninjauan
aerial/airborne geofisika; ground survei geokimia dan geofisika
n Evaluasi
daerah target dari data di atas
n Rangking
daerah target berdasarkan anomalinya
n Persiapan
program kerja & biaya untuk tiap daerah target anomali
Tahap 4.
Generasi Daerah Prospek
n Pemetaan
geologi, kegiatan geofisika, geokimia, pembuatan pit dan pemboran
n Penentuan
model endapan bijih (volume & grade) dan keberadaan mineralisasi
n Studi
geologi setting dan kemungkinan control endapan bijih/pola mineralisasi (add
mapping)
n Test
Pemboran ( min 2 lokasi)
n Rangking
daerah anomali; Persiapan program kerja & biaya untuk tiap daerah target anomali
Tahan 5.
penentuan dimensi daerah prospek
n Pemetaan
dan sampling detail (pemboran atau pit)
à estimasi
kasar ukuran dan kadar mineralisasi
n Test
laboratorium untuk metalurgi dan asosiasi mineral logam lain
n Rangking
daerah prospek dan persiapan program kerja & biaya untuk tiap daerah prospek
Tahan 5.
penentuan dimensi daerah prospek
n Pemetaan
dan sampling detail (pemboran atau pit)
à estimasi
kasar ukuran dan kadar mineralisasi
n Test
laboratorium untuk metalurgi dan asosiasi mineral logam lain
n Rangking
daerah prospek dan persiapan program kerja & biaya untuk tiap daerah prospek
Tahap 6. Evaluasi
l Pit;
trench, pemboran inti dan sample analisis
l Bulk
sampling & bench scale metalurgi test
l Evaluasi
oleh ahli teknik tambang untuk menentukan kemungkinan penambangan
l Perkiraan/perhitungan
cadangan dan kadar bijih
Tahap 7.
Feasibility study
n Lebih
banyak lagi pemboran inti
n Pembangunan
bawah permukaan dan bulk sampling untuk pilot plant pengolahan dan test metalurgi
n Persiapan
untuk pemboran dan sampling pada prospek yang akan di tambang
n Test
penjualan hasil pengolahan logam; penentuan harga jual; pengajuan kredit
n Perhitungan
detail keseluruhan nilai ekonomik untuk penambangan
n Pertimbangan
politik/keamanan dan lingkungan sosial
Setiap tahapan bertujuan :
Tahap 1 : untuk memilih lapangan (lokasi) penelitian;
Tahap 2 :
untuk menentukan daerah anomali;
Tahap 3 :
untuk memilih daerah sasaran untuk studi lebih lanjut;
Tahap 4 :
untuk mendeterminasi keberadaan mineralisasi;
Tahap 5 :
untuk membatasi daerah penambangan,
untuk memperhitungkan cadangannya;
Tahap 6 : untuk pembuktian cadangannya;
Tahap 7 : untuk feasibility study, pembangunan
tambang
Dari uraian di
atas SEM dapat dikelompokkan menjadi tiga tahapan, yaitu :
tahapan eksplorasi; berupa kegiatan reconnaissance,
initial follow up, detail follow up
tahapan pengembangan; meliputi kegiatan feasibility
study, konstruksi tambang
tahapan penambangan; meliputi operasional tambang
tahap studi
kelayakan akan sangat berpengaruh pada keputusan keputusan untuk melakukan
usaha penambangan, maka tahapan ini perlu adanya evaluasi yang sangat teliti,
sehingga dalam mengevaluasi hasil studi kelayakan ini juga perlu diketahui
teknik eksplorasi yang dilakukan, metode sampling dan juga analisa contoh yang
diambil dari daerah prospek
TEKNIK
EKSPLORASI
• kegiatan
eksplorasi adalah merupakan kegiatan yang sangat penting atau memegang peranan
pokok dalam melokalisasi atau menemukan daerah-daerah yang mempunyai potensi
tambang yang bernilai ekonomis. Menentukan suatu daerah prospek adalah
merupakan tahapan yang penting dalam suatu kegiatan eksplorasi.
Secara garis
besar teknik eksplorasi dapat dibedakan atas
Metode
Pemetaan Geologi.
Meliputi kegiatan pemetaan semi
detail dan detail secara akurat dilapangan dan dibantu dengan interpretasi foto
udara dan atau citra satelit, metoda ini biasanya dilakukan pada tahap awal
kegiatan eksplorasi, pemetaan detail, khususnya pemetaan alterasi dilakukan
pada tahap lanjut (follow up)
Metode
geokimia
n Umumnya dilakukan melalui metode streem
sedimen, soil dan rock. Metoda ini biasanya dilakukan pada tahap awal dengan
jarak sampling yang luas, kemudian pada tahap lanjut jarak diperkecil. Kegiatan
ini untuk mengetahui penyebaran ore secara horizontal
Metode
geofisika
Umumnya
meliputi kegiatan survey secara grafity, magnetik, radiometrik, elektromagnetik
dan elektrik dan dilakukan pada tahap lanjut atau follow up untuk mengetahui
penyebaran ore secara vertikal
Metode Pitting,
dan Trenching
l Trench/paritan
dibuat pada batuan dasar dengan kemiringan tertentu dan memotong strike batuan atau
daerah mineralisasi
l Pit
dilakukan pada tubuh mineralisasi yang relatif datar
l Bila
zona mineralisasi mempunyai kemiringan tertentu, conto diambil secara
horizontal menerus dengan interval tertentu pada dinding trench + 10 cm dari
dasar (tergantung pada outcropnya)
l Bila
zona mineralisasi relatif datar, conto diambil secara vertikal
l Bila
penyebaran zona mineralisasi tidak jelas, maka conto diambil secara vertikal dan
horizontal lalu digabung menjadi komposit
Ukuran fragmen conto < 50 mm, conto diambil
2-10 kg yang dimasukan dalam kantong yang diberi nomor
Langganan:
Postingan (Atom)